10 rahasia Sukses Orang Jepang

Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang:

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

http://www.yahoindo.com/the-lounge/10-rahasia-sukses-orang-jepang/20595

4 TIPS FOR RAISING A GOOD WRITER

by Kara Murphy

Good writing skills help your child in school and on the job, but they also foster creativity. Knowing how to write well provides your child with a fun, creative way of conveying thoughts, feelings, and views.

Becoming a good writer takes time and practice, so start nurturing your child’s writing abilities with these simple tips.

Encourage reading. Reading and writing go hand-in-hand as the basic fundamentals of learning. Reading on a regular basis will provide your child with the knowledge, vocabulary skills, and inspiration she needs to become a good writer.

Keep plenty of books and magazines around your home in plain view. Place them in unexpected places, such as on top of the television or on the kitchen table, to spark your child’s curiosity. Also, make sure her own books are organized and easy to find.

Make family visits to the library or give your child a book allowance to purchase one paperback book or magazine per week.

Set up a writing space in your home. If your child has to hunt for a clear surface to write on, or materials to write with, he may lose interest quickly. Provide him with a desk or table that has a flat, tidy surface and good lighting. Also, make writing materials–paper, pens, pencils, and crayons–easily accessible. Other helpful writing tools include a style guide, such as The Elements of Style, Fourth Ed., by William Strunk Jr. and E. B. White (great as a quick reference to punctuation and grammar rules), a dictionary, and a thesaurus.

Incorporate writing into daily activities. Prompt your child to write on a daily basis. Suggest she write letters to relatives and friends or correspond with a pen pal (often this can be arranged through your child’s school). Keeping a journal also is a good idea. It will give your child an outlet for expression as well as good writing practice. Visit www.educate.com/activities and download Sylvan Learning Center’s free online writing journal. For older children, suggest that they write letters to the editor of your local newspaper.

Give your child positive feedback. Although it is a good idea to point out glaring grammar and spelling errors, it is usually wise to avoid focusing on minor mistakes, especially with younger children. Your goal is to motivate, not to discourage your child. Focus more on the content of his writing–the ideas he is trying to convey–and respond to them. Ask questions and make positive remarks to show your child that you are interested in what he is writing.

http://encarta.msn.com/encnet/departments/elementary/default.aspx?article=4tipsforraisinggoodwriter

Sempatkan Untuk Mendengar!

Ditulis oleh: Anne Ahira

Yuana,

Banyak orang bisa ‘berkata’, namun sedikit yang mau ‘mendengar’. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? 🙂

Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar   lebih susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.

Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif.

Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan. Duh… malaikat kali! 🙂

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung  keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh Yuana dengan sangat wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :

1. Peliharalah kontak mata dengan baik.

Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita

2. Condongkan tubuh ke depan.

Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang menarik. Hal ini bisa membuatpercakapan lebih hidup dan tidak monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan menemukan sudut pandang, wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu tangga Yuana untuk mencapai kesuksesan! 🙂

Tetapkan Tujuan Hidup

Ditulis oleh: Anne Ahira

Yuana,

“Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination” (Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya.

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut… hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai.

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.

4 CARA YANG BISA YUANA PAKAI UNTUK MENETAPKAN TUJUAN HIDUP:

1. APA SEBENARNYA KEINGINAN YUANA?

Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya keinginan Yuana untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya Yuana bermimpi. Yuana tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus Yuana keluarkan untuk sekedar bermimpi. 😉

2. KUMPULKAN INFORMASI.

Dengan mengumpulkan informasi, Yuana bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan yang Yuana inginkan, belajarlah dari mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!

3. JANGAN DIAM.

Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan membawa Yuana pada impian hidup yang diinginkan!

4. TINGKATKAN KEMAMPUAN.

Jika ada cara yang Yuana lakukan terbukti efektif dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah baiknya jika Yuana berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan kinerja agar tujuan hidup Yuana lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Yuana lakukan secara terus menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Yuana akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Yuana ibaratnya adalah seorang ‘pemahat’ atas gambaran kehidupan Yuana sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan selalu memiliki ‘planning’ terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Dalam hal ini, Yuana pun hanya bisa sebesar dan sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Yuana tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Yuana dengan sebaik-baiknya! 🙂

God, please drive me to make a difference …

Menjadi guru menjadikan seseorang tidak saja bertemu dengan banyak orang akan tetapi harus menjadi bagian dari komunitas yang lebih luas yaitu guru, siswa, orang tua, dan masyarakat. Semua pihak tersebut dituntut untuk dapat bersinergi dalam serangkaian upaya untuk mencerdaskan anak didik.

Menjadi guru ternyata tidak sesederhana mentransfer ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan diturunkan kepada generasi di bawahnya. Ternyata menjadi guru di sekolah juga menuntut kita untuk menjadi teman dan juga orang tua bagi siswa-siswi.

Menjadi guru di sekolah pinggirin yang mayoritas siswanya memiliki tingkat intelegensi rata-rata bawah ternyata memiliki begitu banyak persoalan. Berbagai persoalan yang mayoritas berupa perilaku yang kontra produktif terhadap pembelajaran sangatlah banyak. Ada saat dimana kadang menjalani profesi ini menjadi terasa berat dan butuh kesabaran.

Menjalani profesi yang banyak tantangan ini ternyata diperlukan ketetapan hati yang kuat. Melakukan penguatan terhadap diri sendiri untuk dapat memahami, menemani, mendampingi, membimbing, menyadarkan anak didik menjadi suatu keharusan. Ada sekian banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk melakukan penguatan mental diri agar memiliki ketahanan diri dan kesabaran yang lebih.

Hingga hari ini entah sudah berapa kali aku memutar cerita yang cukup menjadi pencerahanan bagiku. Hingga alamat situs  aku buat bookmark dalam toolbar di browserku. Aku ingatkan diriku sendiri lagi dan lagi bahwa anak didikku mungkin juga punya masalah sebagaimana Teddy Stalard dalam cerita itu.

Jika Anda guru dan ingin mengetahui bagaimana Teddy Stalard menjalani hari-harinya di sekolah silakan klik http://www.makeadifferencemovie.com

Ummi, tolong ini dipasang di blognya Ummi …

Sabtu sore, 6 Juni 2009 anakku (6 tahun 9 bulan) terlihat sedang menulis sesuatu di binder kesayangannya. Sebenarnya aku sedikit penasaran juga apa yang dia tulis hingga terlihat asyik sekali.

Tiba-tiba dia mendekati aku yang kebetulan sedang kerja di depan komputer. “Ummi .. tolong ini dipasang di blognya Ummi .. yang kayak surat sahabatnya Ummi itu … tapi jangan sampai dibaca orang“. Subhanalloh …. terkejut juga aku, ternyata postinganku yang berjudul ‘Surat Sahabat’ memberi inspirasi pada anakku untuk menuliskan apa yang dia pikirkan dan rasakan. Dia memang beberapa kali pernah bilang bahwa dia punya sahabat dekat sekali di kelasnya …

Anakku tahu apa yang aku tulis di blog karena Firefox di komputerku aku set hingga setiap start akan menuju ke halaman blogku. Blogku adalah pintu untuk link ke situs yang sering aku kunjungi dan yang sering dia kunjungi. Aku tidak punya cara lain untuk membantu anakku yang dulu masih belum ada 6 tahun untuk akses internet untuk sekedar main game misalnya. Aku dan suamiku memang ingin mengalihkan anakku dari banyak menonton TV.

Mendengar permintaan anakku, tentu saja aku menjawab ‘ya ..’, lalu kutanya maunya tulisannya diketik ulang atau di scan. Dia bilang ‘terserah ummi aja, di scan juga nggak papa. Tapi ada yang jelek tulisannya .. diketik ulang aja Mi ...”. Aku katakan padanya  ‘ya ..’ tanpa bilang bahwa kalau di posting di blog ada kemungkinan dibaca orang lain.

Setelah kupikir-pikir, kayaknya menulis ulang tulisan dia akan mengurangi keasliannya. Aku pikir ini ‘a good start for her‘ dan akan menjadi catatan kenangan untuk dia dan aku .. karena blog ini lebih menjadi ‘digital diary‘ ku. Akhirnya kuputuskan untuk menampilkan tulisan anakku seperti dibawah ini …

postingan khonsa

Surat Sahabat

Assalamu’alaikum wr wb

Menanam padi tumbuh padi, menanam pohon pisang tumbuh pohon pisang, demikian pula menanam kebaikan tumbuh kebaikan. Kalo kita bisa dan ada waktu untuk berbuat baik, maka berbuat baiklah yang terbaik.

Banyak orang percaya kepada kita itu anugerah. Anugerah tampak tak indah kalo tidak dijaga penampilannya. Kalau anugerah itu kepercayaaan maka jagalah kepercayaan itu agar terus membuahkan hasil yang manis dan indah. Bunga mawar yang dirawat, dipupuk, dan disiram akan terus berbunga  nan indah dan harum baunya. Kalau mawar itu layu dan bergugur kelopak indahnya maka akan muncul mawar-mawar indah yang baru karena pohon mawar yang terawat itu.

Menjadi orang yang selalu berbuat baik, baiknya jadi impian. Membina murid, membantu teman, berhikmat pada keluarga semua perbuatan mulia yang harus selalu dijaga. Namun jangan lupa niat ikhlasnya.

Wassalamu’alaikum wr wb